Kamis, 11 Maret 2010
Home
Pengantar Reliability Centered Maintenanace
Sejarah Maintenance 
 
Sejarah maintenance di dunia, dimulai dari domain reaktif, perbaiki ketika rusak, kemudian memasuki tahun 1950-an mulai berkembang domain terencana, lahirlah teknik-teknik pencegahan sebelum rusak dengan mengganti komponen/part secara berkala (time base), dan kemudian semenjak tahun 1970-an berkembang lagimenjadi domain proaktif, dengan penerapan teknik-teknik maintenance dan management yang lebih kompleks. Termasuk didalamnya kemampuan design engineering, sistem engineering, teknik-teknik condition monitoring, NDT, penemuan-penemuan material khusus, kalibrasi/pengukuran yang akurat, perkembangan metodologi maintenance seperti reliability centered maintenance serta filosofi maintenance seperti total productive maintenance dan didukung dengan perkembangan software-software khusus maintenance. Kemudian juga sebuah bench mark untuk menjadi world class maintenance (disampaikan juga oleh John Dixon Campbell, dalam bukunya Uptime: strategies for excellence in maintenance Management).
 
Reliability Centered Maintenanance 
 
Salah satu metodologi untuk memperoleh strategi maintenance yang tepat yaitu menggunakan metodologi Reliability Centered Maintenance (RCM). RCM pertama kali diperkenalkan oleh Stanley Nowlan dan Howard Heap, dalam laporannya tahun 1978, yang merupakan pegawai United Airlines yang disponsori oleh Departemen pertahanan Amerika Serikat. Didasari oleh data statistik tentang pola kegagalan yang terjadi di industri pesawat terbang, ternyata probabilitas kegagalan tidak hanya berbentuk kurva bak mandi (bathtub curve), tetapi terdapat 6 pola kegagalan, maka dikembangkanlah sebuahmetodologi yang memilih strategi maintenance paling tepat sesuai dengan konteks operasinya. 

Pengertian RCM dari pencipta (authors) RCM yaitu Stanley Nowlan dan Howard Heap sebagai berikut:
(kata-kata dalam kurung adalah tambahan dari KONSULTAN) 
 
(disarikan dari pengalaman penulis menjadi konsultan implementasi RCM di salah satu perusahaan minyak di Indonesia)

baca selebihnya...
 
Daun Biru Engineering
Daun Biru adalah perusahaan penyedia, pengenal, dan pengembang teknologi perawatan berdasarkan kondisi, serta jasa servis perawatan terencana.
Perawatan terencana dan berbasis kondisi belum banyak berkembang di Indonesia. Perawatan model ini sedang menjadi salah satu model perawatan yang paling terus dikembangkan dan menunjukkan kemajuan dari waktu ke waktu seiring dengan kemajuan teknologi informasi, sensor, komputer, kontrol, mekanika dan elektronika.

Dalam iklim ekonomi yang menuntut aset sebuah perusahaan bekerja dengan baik dan tetap memenuhi kaidah seharusnya (biaya, prestasi, dll) maka kehandalan sistem dan komponen pendukung dari sebuah perusahaan adalah sebuah keharusan. Matinya sebuah sistem atau komponen pendukung bukan hanya menyebabkan hilangnya peluang untuk melakukan produksi, tetapi juga kemungkinan hilangnya kepercayaan pelanggan.

Kemudahan implementasi perawatan terencana termasuk biaya murah, profesionalime, akses informasi, dan kecepatan menyebabkan perawatan terencana menjadi hal yang perlu dipertimbangkan oleh perusahaan agar dapat lebih berkompetisi di tingkat global.